Senin, 22 September 2014

Implementasi Pendidikan Karakter Pada Lembaga Pendidikan

Pendidikan Islam telah menjadi perhatian banyak akademisi dan para pengamat pendidikan, kehadirannya pun kian diminati oleh banyak kalangan masyarakat dalam rangka untuk mendidik putra-putri mereka agar dapat mempelajari dan memahami pendidikan keagamaan di lembaga pendidikan Islam tersebut. Dengan banyak keragaman alasan,sebagian besar masyarakat menyakini bahwa belajar dilembaga pendidikan Islam akan menghasilkan generasi yang madani. Namun ini pula yang menjadi pertanyaan sebagian banyak kalangan, apakah benar dengan mendidik anak di lembaga pendidikan Islam akan menghasilkan generasi yg madani, sesuai dengan harapan dari orang tua atau menjadi sebaliknya dan bagaimana dengan hasil dari pendidikan Islam saat ini ? Pendidikan karakter yang meliputi 18 usure (Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja karas, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa ingin tahu, Semangat kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, Cinta damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli sosial, Tanggung Jawab) dimana pendidikan karakter saat ini sedang digalakan oleh pemerintah dengan tujuan agar generasi selanjutnya dapat memiliki etika dan estetika yang berkarakter kebangsaan, namun disisi lain bangsa Indonesia kini tengah dihadapi oleh berbagai kenyataan permasalahan moral yang terjadi hampir disemua lini ataupun sisi-sisi kehidupan.Tontonan berbagai masalah yg tidak terpuji dari berbagai media telah membuat kurangnya contoh serta keteladan yg baik dari setiap elemen yang terkait ataupun terlibat didalamnya. Pemerintah melalui seluruh instansi yg dibawahinya serta berbagai lembaga tinggi negara lainnya harus mampu mempertontonkan contoh moral yg baik agar generasi-generasi yg madani terlahir sempurna, sesuai dengan harapan kita semua. Sebuah kenyaatan yang tidak dapat dipungkiri, dimana tiap-tiap dari masyarakat hanya mampu mengkritisi dan beretorika namun kurang dalam implementasinya. Pendidikan Islam yang sejatinya menjadi ujung dari pendidikan agama kini kian marak dengan praktek pendidikan Agamanisasi. Proses pendidikan yang lebih cenderung dengan sistem penghafalan bukan pemahaman. Dalam hal ini bukanlah suatu kesalahan namun dengan hadirnya kemajuan zaman membuat generasi bangsa pun harus ikut berkembang baik secara pemikiran dan pendidikan. Dengan banyaknya lembaga pendidikan yang lebih mementingkan dan membanggakan sebuah hafalan dari pada pemahaman akan menjadikan generasi selanjutnya intoleransi, mereka bangga dengan kepandaiannya yang hanya melihat dari sudut yang satu. Permasalahan yang terjadi pada lembaga pendidikan Islam dewasa ini adalah dimana pendidik dengan bangga mempertunjukan kebolehan anak didik dalam menghafal surah-surah dalam Al-Quran, namun mereka lupa bahwa bukannya hanya dengan menghafal untuk menjadikan kemajuan dalam peradaban pengetahuan pendidikan Islam, melainkan esensi dan hikmah yang terkandung didalamnya hendaklah ditela’ah dan dipelajari, sehingga peserta didik tidak hanya mahir dalam penghafalan namun mereka juga mahir dalam implementasi. Berdasarkan hal tersebut menjadikan lemahnya pemahaman dari pendidikan karakter bangsa. Pada prinsipnya pendidikan karakter bangsa akan dapat terlaksana dengan baik dan berhasil jika pendidik dan semua yang terlibat didalamnya faham akan fungsi dan tujuan dari sebuah pendidikan, tentunya efektititas dan efisiensi pendidikan akan berjalan dengan penuh kesadaran dari semua yang terlibat. Dalam pendidikan Islam batasan-batasan sudah sangatlah jelas termaktub dalam Al-Quran, namun realita yang terjadi adalah kurangnya pemahaman dari pada umat muslim itu sendiri. Pendidikan Islam yang mengajarkan dan menjelaskan berbagai macam hal, kini hanya mampu di pahami dengan sistem hafalan sehingga untuk mengetahui esensi dan hakikatnya butuh kedewasaan dalam bersikap. Pendidik yang menjadi ujung tombak kemajuan dalam pendidikan hendaknya dapat menyadari betapa pentingnya perannya tersebut. Ki Hadjar Dewantoro menjelaskan bahwa pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti (kekuatan batin),pikiran (intelek) dan jasmani anak-anak. Maksud dari penyataan tersebut adalah supaya kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, yaitu kehidupan dan penghidupan anak-anak, selaras dengan alamnya dan masyarakatnya. Pemahaman akan pendidikan hendaknya menjadi dasar dari pendidikan di Indonesia, sehingga para pendidik tidak lagi hanya mengajarkan tentang kebiasaan namun menjadikan pembiasaan dalam dunia pendidikan. Keteladaan dan contoh harus menjadi landasan dalam karakter pendidik. Kompetensi dalam diri pendidik adalah raga sedangkan karakter dari pendidik adalah jiwa, dalam mendidik anak didik tidak hanya membutuhkan kompetensi namun juga dibutuhkan karakter pendidik. Dengan adanya kompetensi dan karakter akan menghasilkan generasi yang tentunya mempunyai karakter sesuai dengan cita-cita dan harapan bangsa. Pendidikan karakter tidak dapat diajarkan hanya dengan kebiasaan-kebiasaan semata, dimana dengan hadirnya kurikulum 2013 yang mengajarkan sistem langsung pun tidak akan efektif manakala hanya sebatas menjalankan perubahan dari kurikulum tersebut. Perubahan akan terjadi bermula dari pola fikir dan kesadaran dari setiap elemen yang terlibat didalamnya. Sehingga pendidikan yang sejati akan dapat berjalan dengan efektif dan efisien tanpa ada kontaminasi pemikiran yang tidak bertujuan pada kualitas hasil dari pendidikan. Begitu pula dengan dunia pendidikan Islam masa kini hendaknya kembali pada pemahaman yang lebih mendalam sehingga hasil dari pendidikan Islam mampu menghasilkan generasi-generasi yang dapat saling menghargai, dapat bertoleransi, mempunyai rasa saling menolong dan seterusnya,sehingga karakter dari bangsa ini pun tidak harus tergadai dengan hadirnya kemajuan zaman yang berselimutkan Hak Asasi Manusia. Pendidikan Islam bukanlah Pendidikan Agamanisasi melainkan pendidikan yang mampu mengasilkan generasi-generasi yang islami dan madani sesuai dengan Al-Quran dan As-sunah, generasi yang mampu menghargai nilai-nilai kebangsaan dan menjadikan kemajuan bangsa dan negara. Karena mencintai tanah air artinya kita dapat mensyukuri segala anungrah yang telah diberikan kepada manusia sebagai kholifah di muka bumi. Jika kita membali melihat sejarah hadirnya Nabi Muhammad SAW dimuka bumi ini untuk memperbaiki akhlak manusia. Pendidikan Akhlak dan Budi pekerti ini ada dalam Al-Quran dan jelas di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya jika manusia dapat menjalani kehidupan dengan berdasarkan Al-Quran dan As-Sunah maka akan berjalan dengan baik sesuai dengan perintah dan ajaran agama islam. Manusia yang mampu mengendalikan akal fikiran dan hati akan melahirkan moral dan etika yang terlahir dengan baik dan dapat menjadi keteladanan umat. Hadist Riwayat Bukhari-Muslim : “Sebaik-baiknya kamu adalah yang terbaik akhlak budi pekertinya” (H.R.Bukhari-Muslim) Akhlak dan budi pekerti itu adalah contoh nyata yg dapat menjadi tauladan bagi kita serta generasi-generasi selanjutnya.,jika ia buruk maka buruk pulalah hasilnya.,jika ia baik maka akan baik pulalah hasilnya.

Senin, 03 Februari 2014

Oh...Tupai...Oh...Momo

Di suatu pagi yang cerah bermainlah tupai yang ceria di pinggir sungai ketika tupai sedang asik bermain dengan riang gembira dengan lompatan-lompatan yang indah si tupai tidak melihat ternyata ada anak beruang yang sedang bersembunyi dibalik rerumputan, saat tupai ingin beraksi dengan gaya lompatnya. “duk..” terdengar suara dari balik rerumputan. “Aduh...kamu tupai..., kenapa tidak lihat-lihat sih” anak beruang bernama momo berkeluh karena kesakitan. “hehehe....memang salah aku ya....kenpa kamu bersembunyi dibalik rerumputan itu. Aku tidak dapat melihat kamu momo” tanpa bersalah si tupai yang ceria itu menjawab “Kamu tupai....bukannya meminta maaf malah menyalahkan aku!!!” sahut momo dengan kesal. “Ia memang aku tidak bersalah...kenapa kamu bersembunyi disana, itu akibat berbuatan kamu sendiri momo” Tupai pun tidak mau mengalah, ia merasa tidak bersalah. Menurut si tupai, momolah yang bersalah karena sudah menggangu tupai yang sedang asik beratraksi lompat-lompatan dengan bersembunyi dibalik rerumputan liar. Sudahlah tupai..... kamu keras kepala., sudah salah tidak mau meminta maaf. Aku tidak mau berteman dengan kamu lagi.... momo pun pergi dengan kesal. “tunggu dulu...momo ... kenapa kamu kesal dan pergi. Seharusnya kamu yang meminta maaf karena sudah menggangu aku bermain!!!” tupai pun tidak mau kalah. Mereka berdua akhirnya bertenggkar hanya karena salah faham dan tidak mau saling mengakui kesalahanya dan meninta maaf, sampai akhirnya......terdengar suara...mengau dari dalam goa dekat sungai. “mmmngau...” Suara apa itu momo....ia suara apa itu tupai. Momo dan tupai pun ketakutan......mereka berdua yang sebelumnya bertengkar, kini berpelukan dengan erat karena merasa takut yang teramat sangat. Momo...kita lari saja yuk.....baiklah tupai hitungan ketiga kita lari bersama ya... 1..2...3....lari..... Ketika momo dan tupai hendak ingin berlari... nampaklah si Singga Sang Raja Hutan. Hai...anak-anak...nakal... mau kemana kalian. “Hai...pak singga....kami bukan anak nakal...kami anak baik-baik kok....” jawab si tupai. “betulkah kalian berdua anak baik.... ?? jikau begitu menggapa kalian berdua bertengkar saja semenjak tadi...membuat saya jadi terbangun!!!” “maafkan kami pak singga... kami hanya salah faham,sekarang kami sudah berbaikan dan tidak bertengkar lagi kok”sahut momo “ia...baguslah kalau begitu....tapi lain kali ...kalian berdua tidak boleh bertengkar hanya masalah yang tidak berguna. Berteman itu lebih baik dari pada saling bermusahan” Ia...pak singga... Jawab momo dan tupai sambil bergandengan tangan dengan wajah yang ceria.:)

Masa Kini ...?

Terkadang kita berfikir masa kini hanya untuk saat ini. Tapi ingatkah anda bahwa Jam terus berputar dan saling berhubungan dari tiap detiknya, kepompong menjadi kupu-kupu juga ada mata rantai yang terus berhubungan, Sejarah terus mencatat setiap kisah dan cerita. Masa kini tidak hanya untuk masa kini, namun juga akan terus berhubungan sampai masa yang akan datang. Maka pendidikan dimulai sejak dini tidak dipaksakan namun diarahkan. tidak haruskan namun disiplinkan. tidak dimanjakan namun diberi kasih sayang dan perhatian yang sesuai dengan porsi dan kebutuhannya. Pendidikan bukan hanya di lihat dengan sudut pandang yang satu...namun pendidikan itu dinamis dan terbuka.

Senin, 15 April 2013

Perjalanan hidup

Tidak mudah dan tidak juga sulit..., perjalanan yang telah banyak dilewati, banyak warna yang telah di torengkan dalam perjalanan hidup ini. banyak wajah yang telah mempengaruhi perjalanan hidup ini..., semua tergambar dalam bingkai kehidupan yang nyata. Perjalanan yang beraneka ragam indah, sedih, bahagia, duku dan lain sebagainya. terima kasih untuk semua wajah yang berpengaruh dalam mengoreskan tinta kehidupan.

Kamis, 15 November 2012

aku di tahun baru muharam

Akan ku ciptakan semuanya sesuai dengan mimpiku agar menjadi karakter dan pondasi yang kuat. kegagalan dan kesedihan adalah bagian dari cerita panjang yang akan terukir untuk menjadi sejarah di masa yang akan datang. Dengan kehendak dan ridhonya... tidak ada yang tidak mungkin, walau kemungkinan itu tipis... aku dan mimpiku menjadi satu dalam sebuah karya. terima kasih untuk semua yang terlibat dan berperan dalam cerita kehidupuan yang terus berjalan... sebuah karya tidak akan menjadi indah jika tidak ada polesan dari external dan internal karena itu gelombang yang memberi nilai seni didalamnya.

Jumat, 28 September 2012

Berkata Jujur

Berkata Jujur : Cerita 1 : Bohong itu...., disahut dengan meriah "Dosa". Siapa kemarin yg belajar di rumah? yang belajar akan dikasih permen. Saya belajar bu...(dengan suara gemuruh ramai mengakuinya). ia kamu... aku belajar bu sama mama tadi malam..., oke kamu ibu kasih permennya, kamu ... aku sore belajar terus malem belajar lagi..., ini permennya. kamu hanif... aku maiin "PS" ... wah... jadi kamu ga belajar..., ia... aku main PS tapi nanti malam aku mau belajar bu... mmhhhh... okelah karena sudah jujur ini permen buat kamu... ;) Cerita 2 : Ya anak-anak.... Ibu mau tanya, Siapa ibu guru yang cantik ? Ibu Leni...(anak-anak berteriak), sip-sip...., Siapa ibu guru yang baik ? Ibu Leni...(anak-anak dengan senyum cerianya)... Oke-oke..., Nah ini dia pertanyaan pamungkas.... Siapa ibu guru yang galak ? dengan semangat anak-anak sambil tertawa dan berkata ... Ibu Leni ... :D :D :D Bagus-bagus Juur banget ya.... :D :D

Senin, 03 September 2012

Epiosode kehidupan

Sudah berapa banyak episode kehidupan di lalui.., ada yang berhasil namun tidak sedikit yang gagal., Dari semua itu seberapa besar kita mampu bertahan untuk sampai pada akhir cerita dengan hasil yang baik. Mungkin jika dihitung sudah berapa banyak air mata yang jatuh dikarenakan ketidak sanggupan menjalaninya.., semua akan menjadi saksi dan cerita sebuah keberhasilan. Episode-episode yang terus berjalan sampai ketujuan akhir cerita yaitu "Kematian" Episode balita : Mengajarkan Kekuatan dan Semangat yang tidak penah padam Episode Kanak-kanak : Mengajarkan pertemanan sejati yang tak pernah ada iri dan dengki Episode Remaja : Mengajarkan Pertemanan dan percintaan yang unik dan menarik Episode Pra Dewasa : Mengajarkan kemandirian, prinsip hidup, jati diri, keberanian mengambil keputusan, kekuatan dalam bertahan dan menanggung resiko. Episode Dewasa : ???? Semua cerita kehidupan bagaikan mata rantai yang saling berhubungan.., Jalani semua cerita dengan profesional agar menghasilkan hasil akhir yang diharapakan. 3912

Jumat, 10 Agustus 2012

Pendidikan Ku

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencanan dalam membimbing dan mengarahkan anak didik dalam mengembangkan potensi EQ,IQ,ES dalam diri anak didik untuk menjadikan pendewasan sehingga mengetahui apa yang sebelumnya tidak diketahui dan memahami apa yg sebelumnya tidak dipahami untuk dirinya, bangsa dan negara. Pendidikan bukan hanya bersifat formal yg menjadikan anak didik berkembang namun pendidikan non formal akan menyeimbangkan kemampuan formal dan informal. Itulah sejatinya pendidikan yang aku bayangkan... banyak orang mengtahui arti dan hakikat pendidikan secara lisan namun bagaimana dengan implementasinya..., apakah kebohongan dengan berdasarkan alasan kebaikan dapat diterima dalam pendidikan. Kejujuran dalam menjalankan amanah dan totalitas dalam proses pendidikan adalah modal awal untuk membuat pendidikan yang diidam-idamkan. Bagaimana dengan wajah pendidikan ku saat ini.... jika mencari yang salah maka tidak ada yang ingin disalahkan... semua mempunyai argumen yang tepat dalam pelaksanaannya. Inilah realita yang nyata..., tidak di pungikiri dan tidak juga di tutup-tutupi. Saat membahas tetang pendidikan seakan ada yang hilang ... yaitu... "moral dan etika" Semua sudah berjalan dengan benar pada posisinya... tinggal bagaimana kesadaran dari semua elemen untuk mengerti pentingnya pendidikan untuk menciptakan generasi yang tangguh.

Strategi Peningkatan Mutu

I. Definisi Yang dimaksud dengan Strategi adalah upaya yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan Mutu dapat diartikan Sesuatu yang memuaskan dan melampaui keinginan/kebutuhan seseorang/kelompok (sallis 2000). Pendididikan Adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, Keperibadian, Kecerdasan, Akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya dan masyarakat. Dalam peningkatan mutu pendidikan tentunya membutuhkan strategi yang baik dalam menjalankan upaya mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Untuk membuat strategi tersebut membutuhkan pemimpin dan manajemen yang baik dalam pelaksanaannya. Pemimpin Menurut Greenberg dan Baron adalah individu dalam suatu kelompok atau oraganisasi yang memiliki pengaruh lebih pada orang lain. Sedangkan menurut Permadi, Pemimpin adalah orang yang mampu mempengaruhi perilaku orang-orang lain untuk mempercai tujuan tertentu. Manajemen dalam bahasa Inggris berdasarkan kata “Manajemen” ditulis “Management” yang memiliki pengertian sebagai : 1. Control and organization of a bussinis,stc 2. Sing in people mange a bussinis 3. Skillfull treatment Manajemen adalah : 1. Proses penggunaan sumber daya (manusia, dana, bahan, mesin, dan lain-lain) secara efektif demi mencapai sasaran 2. Pemimpin yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan atau organisasi. Manajemen merupakan kegiatan atau proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpin, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan proses penggunaan semua sumber daya Organisasi untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sekolah adalah Lembaga Pendidikan formal yang didalamnya terdapat masyarakat pendidikan yang meliputi Kepala sekolah, Guru, Siswa, Administrasi dan Wali murid. II. Prosedur Perencanaan Setiap kegiatan memiliki prosedur untuk mencapai apa yang dicita-citakan, Prosedur dalam perencanaan adalah cara yang ditempuh oleh para perencana untuk merealisasikan usahanya agar dapat terwujud suatu konsep perencanaan. Prosedur perencanaan adalah langkah-langkah yang ditempuh dalam proses perencanaan. Perencanaan Partisipatoris Kata partisipatoris berasal dari kata partisipasi yaitu pelibatan seseoarang atau beberapa orang dalam suatu kegiatan. Perencanaan Partisipatoris berarti perencanaan yang melibatkan beberapa orang dalam suatu kegiatan. Hubungan Lembaga Pendidikan dengan Masyarakat Lembaga pendidikan (sekolah dan perguruaan tinggi) adalah milik masyarakat, dan berada ditengah-tengah masyarakat. Lembaga pendidikan adalah suatu sistem yang tertenun dalam suprasistemnya. Terdapat hubungan yang sangat erat antara lembaga pendidikan dengan masyarakat disekitarnya, yang mengharuskan keduanya menjalin kerja sama, saling memberi dan saling menerima. Tanpa ada kerja sama,sebenarnya lembaga pendidikan telah kehilangan sebagian fungsinya, begitu pula halnya dengan masyarakat. Lembaga pendidikan tidak lagi berfungsi sebagai penerang dan pembaruan masyarakat. Kotler merumuskan proses hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat sebagai berikut; (1) identifikasi manusia-manusia kunci dimasyarakat, (2) perhatikan angan-angan dan pikiran mereka terhadap lembaga pendidikan dengan kontak-kontak secara kebetulan, (3) rumuskan tujuan hubungan lembaga dengan masyarakat yang tepat dengan angan-angan dan pikiran mereka,(4) nilai efektivitas biaya program itu,dan (5) implementasikan dan nilai hasilnya. Komunikasi antara lembaga pendidikan dengan masyarakat merupakan realisasi teori common sense dalam komunikasi, bukan teori kompetisi atau teori kontrol. Ada 3 kepercayaan yaitu (1)orang tua punya hak untuk memahami keadaan lembaga pendidikan, (2) pengetahuan atau pemahaman dapat membuat hubungan baik antara lembaga pendidikan dengan masyarakat, dan (3) hubungan baik tersebut akan memperbaiki sikap dan belajar para siswa/mahasiswa. Hubungan yang baik antara lembaga pendidikan dengan masyarakat atas dasar common sense dengan komunikasinya yang lancar memberi peluang yang besar kepada para perencana melaksanakan perencanaan partisipatori. III. Desentralisasi Desentralisasi secara umun dapat diartikan sebagai penyerahan sebagian wewenang pimpinan kepada bawahan atau penyerahan sebagian wewenang organisasi pusat kepada organisasi dibawahnya (organisasi Daerah). Dalam Undang-undang No.22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, desentralisasi diartikan sebagai penyerahan wewenang pemerintah oleh pemerintah kepada daerah otonomi. Dalam system persekolahan model desentralisasi ini dimulai dengan diberikannya kewenangan sekolah untuk mengelola dan mengatur system pendidikan yang sesuai dengan kondisi sekolah dan masyarakat setempat. Secara umum dapatlah dikatakan bahwa yang desentralisasi itu adalah seluruh keputusan yang memiliki pengaruh langsung pada siswa, misalnya : Keputusan tentang program-program pendidikan, keputusan tentang kurikulum, keputusan tentang alokasi waktu dan keputusan instruksional umum ( candoli dalam ibtisam abu duhou, 1999, SBM, h.18) Untuk mencapai efisiensi dan efektifitas maka dalam manajemen dan alokasi sumber daya bertumpuh pada satu sistem yang lebih memungkinkan yakni manajemen Berbasis Sekolah. hal ini diperlukan karena disamping tuntutan masyarakat, juta tuntutan pemerintah dan orang tua. IV. Manajemen Berbasis Sekolah Slamet mengartikan MBS sebagai pengorganisasian dan penyerasian sumber daya yang dilakukan secara otomatis (mandiri) oleh sekolah melalui sejumlah input manajemen untuk mencapai tujuan sekolah dalam kerangka pendidikan nasional, dengan melibatkan kelompok berkepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan (partisipatif). Teori manajemen ilmiah (Scientific management) yang merupakan karya besar dari frederich winslow taylor (1856-1915), menekankan pada keberadaan perencanaan bagi suatu keberhasilan perusahan. Ia berkesimpulan bahwa << Hasil yang memuaskan oleh suatu perusahaan adalah melaksanakan pekerjaan yang sudah direncanakan>> lebih memungkinkan untuk digunakan dalam sistem pembelajaran. (dalam pengertian guru membuat perencanaan belajar secara bijak, baru melaksanakannya dalam pembelajaran) H.Imron Rosyidi mendefinisikan Manajemen Berbasis Sekolah adalah Suatu cara untuk memaksa sekolah mengambil tanggung jawab sendiri atas apa yang terjadi pada anak, menurut jurisdiksinya dan mengikuti sekolahnya . Konsep ini menegaskan bahwa ketika sekolah itu sendiri dibebani dengan pengembangan total program kependidikan yang bertujuan melayani kebutuhan-kebutuhan anak dalam meningkatkan sekolah. Dengan konsep MBS personil sekolah akan mengembangkan program-program yang lebih menyakinkan karena mereka mengetahui para siswa dan kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat pendidikan yang terlibt didalamnya. Hallinger, murlhy dan hausman (1992) menekankan MBS pada usaha-usaha untuk mendesentralisasikan organisasi dan penyelenggarakan pendidikan serta memberdayakan infrasuktur agar lebih dekat dengan para siswa dan ruang kelas (yakni para guru, orang tua, dan kepala sekolah) menciptakan peranan dan tanggung jawab baru bagi para pelaku dari sistem tersebut, dan mentrasformasikan proses belajar mengajar yang dikembangkan di ruang kelas. Akan tetapi dalam MBS terdapat satu keharusan seluruh komponen sekolah untuk berpartisifasi penuh dalam menyiapkan dan melaksanakan program sekolah. MBS menuntut partisipasi lebih besar dari staf dan para orang tua dalam proses pembuatan kebijakan dan keputusan disekolah. Atau dalam pengertian lain disebut desentralisasi. Manajemen Berbasis Sekolah adalah hasil mengadopsi konsep menajemen moderen di dunia Industri, konsep MBS dapat mengabarkan sifat-sifat otonomi didunia pendidikan. Inisiatif manajemen Berbasis Sekolah adalah salah satu usaha yang komprehensif dan lebih maju dengan memasukkan ciri utama : 1. Peranan yang kuat, walaupun tetap terfokus bagiotoritas pusat sistem pendidikan yang responsive terhadap kebutuhan nasional sesuai dengan ekonomi global 2. Sekolah negri sebagian besar menjadi manajemen mandiri sesuai dengan kerangka yang ditentukan pusat. Namun perbedaan antara sekolah negri dan swasta menjadi menipis 3. Perhatian terhadap penyediaan pendidikan yang berkualitas bagi masing-masing individu 4. Penyebaran fungsi pendidikan dengan teknologi telekomunikasi dan komputer 5. Pengembangan dasar pendidikan termasuk problem solving, Kreatifitas untuk belajar jangka panjang dan belajar ulang 6. Peranan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan di tuntut terus menerus 7. Perhatian terhadap pelayanan oleh mereka yang dibutuhkan atau mempunyai kesempatan untuk mendukung pekerjaan sekolah Karakteristis Manajemen Berbasis Sekolah yang di jelaskan oleh Depdiknas : 1. Adanya otonomi yang luas kepada sekolah 2. Adanya partisipasi masyarakat dan orang tua siswa yang tinggi 3. Kepemimpinan sekolah yang demoktatis dan profesional 4. Adanya team work yang tinggi, dinamis dan profesional Manajemen Berbasis Sekolah ini mempunyai manfaat yang cukup baik bagi perkembangan dunia pendidikan yang moderen saat ini, salah satunya terdapat 4 sumber daya yang harus didesentralisasikan yang pada hakikatnya merupakan inti dan isi dari MBS, yaitu : 1. Power/authority 2. Knowledge 3. Information 4. reward Dalam rangka meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan tentu tiap-tiap sekolah terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud dengan Mutu Pendidikan. Dunia pendidikan berhubungan dengan jasa, tentu tidaklah mudah mendefinisikan mutu jasa dibandingkan dengan mutu produk, karena karakteristik mutu jasa mencakup beberapa elemen subyektif yang penting. V. Total Quality Management Terdapat dua pertanyaan fundamental yang perlu diungkap ketika kita berusaha memahami mutu. Yang pertama adalah Produk dan kedua adalah Pelanggan. Namun jika kita amati kembali produk dari pendidikan, Peserta didik atau pelajar seringkali dianggap sebagai produk dari pendidikan. Seolaah-olah pelajar adalah hasil dari pendidikan , khususnya dengan merujuk pada penerapan disiplin dan cara bersikap di institusi-institusi tertentu. Pendidikan seakan-akan merupakan sebuah jalur produksi. Namun masalah dari pertanyaan diatas adalah sulitnya menerapkan definisi tersebut dalam dunia pendidikan yang bersifat praktis.menurut Lynton Gray diungkapkan dalam beberapa diskusi tentang masalah ini :’manusia tidak sama, dan mereka berbeda dalam situasi pendidikan dengan pengalaman, emosi, dan opini yang tidak bisa disama-ratakan. Menilai mutu pendidikan sangatlah berbeda dari memeriksa hasil produksi pabrik atau menilai sebuah jasa’.

Rabu, 18 Juli 2012

kecewa

Kecewa adalah bagian rasa yang biasa di jumpai dalam kehidupan manusia.., tidak ada manusia yang tidak merasakan kecewa. Setiap usaha yang dilakukan pasti mempunyai harga yang sesuai dengan usahanya.., sekalipun kita mengganggap sudah baik dan maksimal namun belum tentu sama penilaian itu. Maka cobalah untuk bersikap realistis dan objektif dalam memaknai rasa kecewa dalam kehidupan.., Bersikap bijaksana dalam menilai kegagalan dan kekecewaan itu akan menjadikan kita kaya pengalaman hidup. Karena Hidup Akan Selalu Belajar Dari Setiap Peristiwa yang Dihadapi. Bertahanlah dalam rasa Kecewa dan Sakit.., untuk menjadikan diri kita lebih baik dan lebih baik. Kecewa itu Biasa... :) Up...Up..Up...